Peluang Augmented Reality Meningkatkan Industri Manufaktur

Published 30 April 2020, 02:08

Banyak orang yang masih sulit membedakan Augmented Reality (AR) dengan Virtual Reality (VR).Virtual Reality (VR) membuat para pengguna mengenakan headset dan masuk ke dunia virtual, sedangkan Augmented Reality (AR) menambahkan informasi dan konten digital di dunia nyata, secara real-time, menggunakan bagian tampilan atau kacamata. Pada intingnya, Augmented Reality (AR) dibutuhkan lingkungan yang ada serta menambahkan informasi digital ke dalamnya sehingga menghasilkan lingkungan yang diperbesar sesuai dengan tujuan awal Augmented Reality (AR) tersebut diciptakan.

Augmented Reality (AR) dapat digunakan dalam merancang mobil atau pesawat terbang, atau produk lain, yang memiliki konstruksi yang sulit. Dalam penggunaan Augmented Reality (AR) di bidang industri manufaktur, faktor utama yang dinilai untuk desain tidak hanya berasal dari sisi estetikanya saja, yang lebih penting dengan adanya tambahan Augmented Reality (AR) membantu memperkirakan fungsionalitas desain dan dapat digunakan untuk mengoptimalkannya.

Banyak aplikasi Augmented Reality (AR) saat ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pelatihan staf, pengajaran atau pendidikan. Alih-alih hanya merujuk pada buku yang berisi ratusan atau ribuan halaman, atau duduk selama berjam-jam untuk pelatihan yang membosankan, karyawan baru dan peserta pelatihan dapat menggunakan headset dan kacamata yang menyajikan informasi terkait langsung di depan mata mereka.

Selain membuatnya lebih mudah dan lebih menarik untuk mempelajari konsep-konsep baru, sistem seperti ini membebaskan tangan peserta pelatihan untuk membuat catatan atau menyelesaikan tugas. Ini adalah cara yang bagus untuk menggabungkan teknologi generasi berikutnya dengan pembelajaran dan pengajaran langsung. Pelatihan ataupun pendidikan menggunakan Augmented Reality (AR) tentu saja selain menawarkan pengalaman yang berbeda dari sebelumnya, juga membuat para peserta lebih terlibat dan aktif.

Beberapa produsen menggunakan Augmented Reality (AR) untuk mendukung jaminan kualitas produk mereka.Contoh perusahaan yang telah menggunakan Augmented Reality (AR) dalam proses manufaktur mereka adalah Porsche, yang meningkatkan pabrik mereka di Leipzig dan Zuffenhausen dan menyebutnya sebagai Porsche Production 4.0. Perusahaan ini mulai menguji Augmented Reality (AR) di pabrik mereka pada 2016. Porsche adalah produsen otomatif pertama yang mengembangkan teknologi mereka menggunakan Augmented Reality (AR).

Augmented Reality (AR) juga dapat membantu mengurangi biaya dengan  mencegah kesalahan ataupun cacat produksi yang sering terjadi. Kontrol kualitas dengan penggunaan Augmented Reality (AR) akan memberikan hasil yang lebih akuratSeperti yang dapat kita lihat, potensi Augmented Reality (AR) di bidang manufaktur sangat luas. Kita dapat menerapkan berbagai alat Augmented Reality (AR) selama seluruh siklus hidup produk. Teknologi ini menguntungkan biaya, dapat diukur dan layak untuk dicoba dalam segala jenis produksi saat ini. 

SUBSCRIBE NEWSLETTER
Copyright © 2020. SHINTA VR

PT. CITRA WAHANA TEKNOLOGI
Bizxpress Building
50, Jl. H. Agus Salim
Jakarta, 10340
021-27083399