Webinar: AR/VR UNTUK MAKING INDONESIA 4.0

Published 13 October 2020, 07:14

Pandemi COVID-19 berdampak besar bagi industri pariwisata karena pembatasan perjalanan, Upaya ini adalah salah satu bentuk kebijakan di beberapa negara untuk menahan penyebaran virus corona yang mengakibatkan penurunan tingkat permintaan di antara para travellers.

Pariwisata adalah salah satu sektor ekonomi dengan pertumbuhan sangat cepat di dunia. Tentu ada daya tarik tersendiri saat berwisata, contoh nya adalah; menemukan tempat baru, mencicipi makanan atau minuman baru, belajar tentang budaya dan adat istiadat yang menginspirasi, mengenal fauna dan flora suatu wilayah, bertemu orang-orang dari seluruh dunia, mengenal sejarah dan budaya yang mendebarkan, mendengarkan bahasa asing yang memikat , mengalami iklim dan cuaca yang berbeda, mengagumi mode yang kreatif dan beragam, menemukan seni asing, menikmati festival dan acara budaya, dan terakhir menikmati waktu santai dan menyenangkan.

Selama ini, pariwisata fokus untuk memberikan pengalaman yang unik bagi penikmat nya. Akan tetapi, Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) memiliki potensi untuk mendukung pariwisata dengan model layanan pelanggan yang inovatif. Di tahun-tahun mendatang, AR diyakini akan mempengaruhi secara signifikan model bisnis di sektor ini.

Dalam industri perjalanan, VR dapat digunakan untuk menangkap tujuan wisata dengan cara yang unik dan imersif. Ini dicapai dengan menggunakan kamera spesialis, rig, dan perangkat lunak. Konten yang sudah jadi kemudian dapat dilihat di headset VR, komputer biasa, atau perangkat seluler.

Sementara itu, pentingnya AR dalam industri pariwisata juga belum cukup ditekankan. Potensi AR sangat besar sehingga dapat membantu anda mengungkap peluang bisnis baru. Industri perjalanan biasanya menjual pengalaman dan AR tidak hanya memecahkan berbagai sudut pandang baru tetapi juga meningkatkan pengalaman perjalanan. AR mampu memperluas basis pelanggan hotel, layanan pemesanan, restoran lokal, dan semua pemangku kepentingan lainnya di industrI ini.

Augmented reality memiliki potensi yang memungkinkan perusahaan pariwisata berinovasi untuk memberikan layanan yang lebih kreatif. Menyediakan tur virtual kamar suite hotel dan fasilitas lainnya dengan satu ketukan di layar handphone, fitur ini tidak hanya memudahkan proses pencarian informasi untuk wisatawan tetapi juga membantu mereka membuat keputusan pemesanan yang lebih baik. Dengan kemampuan memperkecil ruang antara Realitas dan Virtual Reality, AR meningkatkan objek fisik dengan informasi digital untuk menciptakan pengalaman interaktif dari lingkungan dunia nyata.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, beberapa perangkat AR yang menarik telah memasuki pasar. Karena pariwisata adalah salah satu sektor ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan telah menjadi salah satu pemain utama dalam perdagangan internasional.

Dengan demikian, cari tahu lebih lanjut tentang dampak COVID-19 terhadap kondisi pariwisata pada saat ini, dan bersiaplah menghadapinya dengan AR/VR.
Hadiri Webinar “AR/VR UNTUK MAKING INDONESIA 4.0”, yang dihadiri COO kami, Andez Rizky, sebagai salah satu narasumber.

 

Daftar sekarang.

SUBSCRIBE NEWSLETTER
Copyright © 2020. SHINTA VR

PT. CITRA WAHANA TEKNOLOGI
Bizxpress Building
50, Jl. H. Agus Salim
Jakarta, 10340
021-27083399