Sekarang, kamu bisa mengobati depresi dengan VR.

Published 23 October 2020, 08:58

Sejak akhir tahun 90-an, para profesional kesehatan mental telah menggunakan Virtual Reality (VR) untuk menangani gangguan stres pascatrauma. Namun dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa VR juga merupakan solusi yang menjanjikan untuk mengobati depresi.

Sekarang teknologi VR lebih mudah diakses dan terjangkau, bahkan mungkin bisa membantu program perawatan kesehatan di seluruh dunia.

 

Bangkitnya Perawatan dengan Virtual Reality
Menurut National Institute of Mental Health di AS, 17.3 juta orang dewasa telah menderita setidaknya satu tahap depresi berat. Angka itu mewakilkan 7.1% dari keseluruhan orang dewasa di negara tersebut.

Perawatan untuk depresi biasanya melibatkan pengendalian emosi yang negatif. VR unggul di bidang itu karena dapat membantu mengalihkan pikiran Anda dari memikirkan tentang rasa sakit dan pikiran negatif lainnya, ke arah yang positif. Jika Anda dapat meyakinkan otak untuk fokus pada hal lain, maka akan lebih mudah untuk mengatasi depresi.

Namun, program Virtual Reality tidak dirancang sebagai standalone treatment. Melainkan, ketika digunakan bersamaan dengan pengobatan dan latihan terapeutik lainnya, ini dapat memperkuat hasil pengobatan.

Dengan memanipulasi kata-kata judgement terhadap diri sendiri, Sebuah penelitian menggambarkan bagaimana VR efektif dalam mengalihkan pikiran negatif ke arah yang positif.

 

Menjelajahi Perawatan Baru dalam Virtual Reality
Seperti yang telah dijelaskan, pengobatan depresi saat ini sebagian besar dirancang untuk mengekang perasaan negatif, bukan mendorong perasaan positif. Meskipun hanya ada beberapa upaya untuk mengembangkan solusi VR anti-depresif, yang sudah ada menunjukkan hasil yang menjanjikan. Misalnya, aktivitas imersif yang menyenangkan seperti berkebun virtual dan berinteraksi dengan hewan peliharaan terbukti dapat dilakukan dan sesuai untuk pengaturan klinis.

Virtual Reality juga dapat meningkatkan aplikasi klinis yang unik seperti latihan perwujudan. Latihan-latihan ini dapat membantu pasien meminimalkan kritik terhadap diri sendiri dan gejala depresi lainnya.

 

Meningkatkan Akses ke Perawatan Kesehatan Mental Dengan Virtual Reality
Dalam sebuah laporan tentang kesehatan mental global dan pembangunan berkelanjutan, Komisi Lancet memperkirakan bahwa gangguan mental dapat merugikan dunia $16 triliun pada tahun 2030. Karena kebutuhan yang belum terpenuhi dalam perawatan kesehatan perilaku, diperlukanlah inovasi. Virtual Reality adalah solusi yang baik untuk hal ini, Jika berakar pada teknik terapeutik berbasis data, solusi VR memiliki potensi yang besar untuk mengurangi kesenjangan perawatan kesehatan mental global.

Berkat kemampuan imersif VR, ini sangat ideal untuk membuat intervensi intensitas rendah yang dapat diskalakan. Intervensi Virtual Reality akan menjadi sangat menarik dan tidak terlalu intens untuk pasien. Selain itu, mereka tidak membutuhkan banyak sumber daya untuk mengembangkan dan menerapkan.

Demikian, di masa mendatang konsumen bisa mengakses perawatan virtual tersebut dalam kegiatan sehari-hari. Saat headset VR menjadi lebih mudah diakses dan terjangkau, perawatan ini dapat sangat membantu jutaan orang yang tidak memiliki akses ke perawatan kesehatan mental.

 

Sumber

SUBSCRIBE NEWSLETTER
Copyright © 2020. SHINTA VR

PT. CITRA WAHANA TEKNOLOGI
Bizxpress Building
50, Jl. H. Agus Salim
Jakarta, 10340
021-27083399