Pos: Perusahaan Non-Teknologi di Amerika Mulai Melirik VR Dalam Pelatihan Karyawan

Perusahaan Non-Teknologi di Amerika Mulai Melirik VR Dalam Pelatihan Karyawan

Setelah banyak perusahan-perusahaan teknologi besar seperti Facebook yang mengucurkan dana tidak sedikit untuk investasi VR perusahaan Amerika lain yang non-teknologi juga mulai melirik VR dan mulai menemukan manfaat jika teknologinya diimplementasikan ke perusahaan mereka. Salah satu perusahaan yang mengimplementasikan teknologi VR tersebut adalah Bank of America.

Bank of America menghadirkan training ditempat kerja mereka berupa dunia virtual reality. Dalam upaya percobaan tersebut telah melibatkan 400 karyawan dan apabila percobaan dapat berhasil, direncanakan peluncuran simulasi pelatihan dengan menggunakan VR berskala luas dengan lebih dari 50.000 karyawan dan berpotensi membawa headset VR ke berbagai cabang bank yang ada di Amerika.

Eksekutif Bank of America, John Jordan mengatakan bahwa mereka telah mengembangkan pelatihan VR untuk segala bidang mulai dari layanan notaris hingga deteksi penipuan. Tidak hanya itu Bank of America menggunakan VR sebagai sarana pelatihan empati dengan pelanggan yang mengalami hal sensitif seperti contoh, kerabat yang meninggal dunia.

VR dapat memfokuskan pembelajaran karena masuk ke dunia virtual secara sepenuhnya, yang menurut Jordan ini dapat menjadi daya tarik untuk memakai teknologi tersebut. Untuk Bank of America, VR menawarkan perubahan platform untuk memeriksa kembali beberapa perangkap pembelajaran perusahaan konvensional. Jordan mengatakan “kami secara perlahan mengadaptasi ini” . “ kami sudah merasa senang dengan cara kami melakukan investasi, tetapi kami memandang ini sebagai cara untuk menjadi lebih baik”.

Di Indonesia platform yang mendukung teknologi VR salah satu nya adalah Shinta VR. Shinta VR memiliki program Millealab (Pendidikan) dan Spacecollab (virtual meeting) yang akan membantu dalam pengembangan teknologi dalam pelatihan maupun bidang lainnya.

Referensi

Gilang Perdana

Gilang Perdana